Archive

Posts Tagged ‘taufik hidayat’

PBSI Gelar Kompetisi Untuk Generasi Muda

April 10th, 2012 No comments

Taufik HidayatPBSI gelar kompetisi untuk generasi muda dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Sidu Cup 2012 seri. Kompetisi ini untuk mencari atlet-atlet  tunas muda nasional untuk bisa meraih prestasi yang maksimal.

Harapan ini diungkapkan oleh S Saudah (43) ibunda dari Habib Alfarizi pemain unggulan pertama dari SD 100 Muara Bongo Jambi yang ditemui di sela babak penyisihan hari pertama MILO School Competition Jambi, Senin (9/4/2012) kemarin, di GOR Kotabaru Jambi.

Menurut Saudah, kerja keras dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Habib anaknya membuat dia layak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti MILO School Competition yang untuk pertama kalinya dilangsungkan di Kota Jambi.

“Sebagai orangtua saya berharap yang terbaik bagi anak-anak saya. Kebetulan seluruh keluarga suka bulutangkis,” kata Saudah.

Saudah menjelaskan bahwa Habib adalah anak bungsu. Dia tidak mau kalah dengan kakaknya, Arizko Asyuro yang pernah menjuarai nomor ganda sebuah kompetisi yang diikuti altet dari berbagai provinsi.

Habib sendiri sudah dikenalkan kepada olahraga bulutangkis sejak masih TK namun baru serius berlatih sejak kelas 3 SD. Awalnya, Habib berlatih lewat kegiatan esktrakulikuler di sekolahnya.

“Mudah-mudahan MILO School Competition di Jambi ini bisa membawa Habib ke Jakarta. Selama ini, prestasi Habib baru di tingkat daerah, untuk tingkat nasional sudah beberapa kali masuk, namun belum berhasil  mendapatkan nomor,’’ungkap Saudah.

Melihat animo anaknya yang cukup besar kepada bulutangkis, Saudah pun memberikan dukungan penuh. Saudah rela menemani anaknya mengikuti kompetisi hingga 14 April mendatang. Apalagi, anaknya harus membagi waktu antara sekolah dan mengikuti kompetisi.

“Aku tidak merasa lelah meski harus menempuh waktu 6 jam dari rumah ke Jambi. Yang penting aku bisa mengikuti kompetisi bulutangkis ini dan berjuang dengan keras agar bisa menjadi juara dan dikirim ke Jakarta,” kata Habib.

Chen Jin Taklukan Taufik di Grand Prix Gold Swiss Terbuka

March 18th, 2012 No comments

cChen Jin mampu menaklukan Taufik Hidayat  melaju ke final Swiss Open Grand Prix 2012. Langkah pebulutangkis nomor dua Indonesia ini dihentikan unggulan empat asal China, Chen Jin.

Menghadapi Chen Jin di babak semi final, Minggu (18/3/2012) dini hari WIB, Taufik tak bisa berbuat banyak meladeni permainan Chen Jin. Dalam tempo 44 menit, Taufik menyerah dua game langsung 11-21 dan 18-21.

“Stamina saya sudah menurun, berbeda dengan waktu mengalahkan dia di All England kemarin. Selain itu, di  babak sebelumnya saya selalu bermain tiga game hingga stamina saya terkuras,” ujar Taufik yang di pekan lalu di All England menang 21-19, 21-19 melawan Chen Jin di babak kedua.

Menurut Taufik, di usianya yang kini sudah menginjak 32 tahun memang tak bisa memungkiri faktor staminanya yang tak lagi prima seperti saat merebut medali emas di Olimpiade Athena 2004. Ketika menang melawan Chen Jin pekan lalu salah satu faktornya karena pertemuan itu terjadi di babak kedua ketika staminanya belum terkuras.

Pada babak final Minggu malam, Chen Jin akan berhadapan dengan wakil dari Korea, Lee Hyun Il yang di semifinal mengalahkan Chen Long 21-14, 21-18.

Dengan gugurnya Taufik, maka Indonesia dipastikan hanya bisa berharap pada pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir untuk mencuri gelar juara.

Pasangan yang pekan lalu baru memenangi All England ini sukses melaju ke final dan akan berhadapan dengan ganda campuran Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam.

Tontowi/Liliyana yang diunggulkan di tempat pertama ini di final akan ditantang oleh pasangan asal Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam. Skor pertemuan sementara 2-0 untuk keunggulan pasangan Indonesia.

Tontowi/Liliyana mengalahkan Sudket/Saralee pada turnamen Macau Open Grand Prix Gold 2011 21-17, 21-11. Begitu pun di SEA Games 2011, Tontowi/Liliyana juga memupuskan harapan Sudket/Saralee untuk menyumbang emas bagi Thailand setelah mengalahkan mereka di final 21-7, 21-14.

Kendati diunggulkan, namun Liliyana mengaku tak mau jumawa. “Mereka merupakan pemain yang berpengalaman dan punya teknik yang matang, jadi harus tetap waspada.  Apalagi keduanya sedang bersemangat mengumpulkan poin untuk bermain di olimpiade” kata Liliyana

Dengan gugurnya Taufik, maka Indonesia dipastikan hanya bisa berharap pada pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir untuk mencuri gelar juara.

Pasangan yang pekan lalu baru memenangi All England ini sukses melaju ke final dan akan berhadapan dengan ganda campuran Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam.

Taufik Hidayat Melejit Ke Semifinal

March 17th, 2012 No comments

gTaufik Hidayat berhasil melejit dan mendaptkan tiket menuju semifinal turnamen Swis Terbuka, Sabtu (17/3) WIB. Taufik menang atas tunggal putra Korea, Shon Wan Ho, 21-14, 10-21, dan 21-19.

Pebulu tangkis peringkat 12 dunia tersebut membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk meraih kemenangan 21-14, 10-21, 21-19 atas pemain asal Korea itu di St. Jakobshalle Basel, Swiss. “Paha saya, hamstringnya yang kanan,” ujar Taufik saat ditanya mengenai sakit yang dideritanya di tengah pertandingan.

“Mudah-mudahan besok tidak apa-apa,” katanya untuk  menghadapi laga semifinal pada turnamen berhadiah total 125.000 dolar AS tersebut, Sabtu (17/3).

Pada semifinal, Taufik akan menghadapi salah satu di antara unggulan keempat Chen Jin dari China dengan Daren Liew dari Malaysia yang bertanding pada perempat final lainnya.

Set pertama dilalui cukup mudah oleh peraih medali emas Olimpiade Athena tersebut. Meskipun pada awal pertandingan terlihat ketat, Taufik berhasil menguasai permainan dan menang menang 21-14.

Setelah bermain keras di set pertama, Taufik tampaknya kelelahan di set kedua. Taufik baru mendapatkan poin saat kedudukan 4-1 atas Shon. Namun pada set ini Taufik tidak mampu menambah poin sehingga Shon menang 21-10 atas Taufik.

Tidak ingin kalah, Taufik habis-habisan di babak penentuan. Sempat tertinggal 0-1, Taufik merebut poin lebih dulu. Taufik sudah mendapai skor 13-6 saat Shon mengejar sehingga kedudukan menjadi seri, 14-14. Usaha Taufik semakin keras dengan memberikan smes.

Taufik sempat tertinggal 17-18. Namun kemudian ia berhasil mencuri poin kemenangan. Perempat final yang berlangsung lebih dari satu jam ini dimenangkan oleh punggawa Indonesia tersebut. Di semifinal Taufik akan bertemu antara tunggal putra Cina, Chen Jin atau pemain Malaysia, Liew Daren.

Lin Dan Tundukan Taufik dan Hayom

March 10th, 2012 No comments

duoAkhirnya  duo  andalan Indonesia di nomor tunggal putra Taufik Hidayat dan Dionysius Hayom harus tunduk pada pemain cina Lin Dan di babak perempat final ajang All England di Birmingham permainan ini sangat sengit.

Taufik yang sebelumnya sukses menjegal Chen Jin, namun di perempat final Sabtu dini hari tadi tak kuasa membendung pemain terbaik Cina lainnya Lin Dan. Taufik takluk dua game langsung 18-21, 8-21.

Serupa dengan Taufik, rekannya Hayom pun perlu banyak menimba ilmu untuk mengimbangi permainan peringkat 1 dunia saat ini Lee Chong Wei dari Malaysia. Hayom juga menyerah dua game langsung 8-21, 11-21.

Dengan kekalahan Taufik dan Hayom maka habis sudah kiprah pemain Indonesia di sektor tunggal putra setelah sebelumnya Simon Santoso dan Tommy Sugiarto sudah lebih dulu kandas.

Bagi Taufik, kendati kalah namun ia mengaku cukup puas dengan permainannya kali ini. Ia memang sempat ngotot untuk menang di game pertama, terbukti ia sempat memimpin 15-14. “Sayang saya membuat banyak kesalahan sendiri terutama di poin-poin terakhir.

Meskipun saya kalah, saya cukup puas karena bisa menikmati permainan ini,” ujar Taufik.
Kalah di game pertama, Taufik memang tak bisa memungkiri staminanya yang langsung ngedrop di game kedua. Alhasil, dengan mudah Lin Dan menyudahi perlawanan Taufik.

“Stamina saya sudah menurun di game kedua, sehingga saya sulit untuk berkonsentrasi dan mengontrol permainan,” kilah ayah dua orang anak ini.

Kendati kalah di babak perempat final, Taufik optimis untuk bisa berlaga di Olimpiade 2012 di London, Juli mendatang. Taufik kini berada di peringkat 12 dunia. Untuk lolos ke Olimpiade ia tak boleh keluar dari jajaran 16 besar dunia.

Sementara Hayom mengaku kalah segalanya dari Chong Wei. Sepanjang pertandingan Hayom memang didikte permainannya oleh Chong Wei.

“Permainan saya tidak bisa keluar karena selalu kalah cepat dari dia. Pola permainan serang saya juga tak bisa diterapkan, saya lebih banyak bertahan” sesal Hayom.

Tak hanya di tunggal putra, Indonesia juga kehilangan peluang di nomor ganda putra setelah pasangan terakhir Mohammad Ahsan/Bona Septano juga gagal ke semifinal usai dikalahkan pasangan terkuat dunia asal China, Cai Yun/Fu Haifeng. Meski sempat memberikan perlawanan sengit di game pertama, akhirnya Ahsan/Bona menyerah dengan kedudukan 19-21, 8-21.

Beruntung di sektor ganda campuran masih ada pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi satu-satunya wakil Indonesia di semifinal All England 2012. Tontowi/Liliyana dini hari tadi sukses menaklukkan pasangan tuan Inggris, Nathan Robertson/Jenny Wallwork, 21-19, 14-21, 21-6.

Di semifinal yang dijadwalkan berlangsung di Sabtu siang waktu setempat atau Sabtu malam WIB, Tontowi/Liliyana akan menghadapi pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Febe Takluk, Tunggal Putri Rontok

March 9th, 2012 No comments

FebePerlawanan pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Maria Febe pada turnamen All England rontok di babak kedua, Kamis (8/3/2012) atau Jumat dini hari WIB. Maria Febe terpaksa takluk dua set langsung dari pemain China, Li Xuerui 11-21, 19-21.

Sejak set awal, Maria tampak kewalahan menghadapi Li. Febe hanya bisa menahan Li sampai kedudukan 4-4 sebelum akhirnya tak kuasa meredam laju lawannya itu. Hal nyaris serupa terjadi di set kedua.

Begitupun juga saat ia berusaha membalas di set kedua, yang akhirnya dimenangkan oleh Li. Dengan lolosnya Li, maka China berhasil mengantarkan empat wakilnya ke babak perempat final.

Dengan hasil tersebut maka Indonesia tak lagi memiliki wakil di perempatfinal. Sebaliknya China meloloskan empat wakil.

Kekalahan juga dialami pasangan ganda campuran Muhammad Rijal/Debby Susanto saat menghadapi Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl. Unggulan delapan asal Denmark itu menang 21-18, 21-17.

Nasib berbeda dipetik pasangan ganda campuran Indonesia lainnya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (unggulan empat), yang menang 21-11, 21-18 atas pasangan China He Hanbin/Yixin Bao.

Hasil positif juga diraih oleh pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Bona Septano usai menang 24-22, 21-13, atas pasangan Malaysia Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari.

Di perempatfinal, unggulan tujuh yang juga satu-satunya pasangan ganda putra Indonesia yang tersisa itu sudah dinanti lawan berat yakni unggulan pertama asal China, Cai Yun/Fu Haifeng.